CBN Tanah Bumbu — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor BPBD Tanah Bumbu, Batulicin, pada 9–11 Juni 2026.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Pelaksana BPBD H. Sulhadi yang disampaikan Sekretaris BPBD Adventina mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur, organisasi kemasyarakatan, dan relawan kebencanaan agar lebih siap menghadapi situasi darurat.
Menurut Adventina, Kabupaten Tanah Bumbu merupakan wilayah yang memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana, baik bencana alam maupun nonalam. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana menjadi kebutuhan yang sangat penting dan strategis.
“Keberadaan aparatur, organisasi, dan relawan yang kompeten, terlatih, serta memahami prosedur penanganan bencana sangat menentukan keberhasilan dalam merespons situasi kedaruratan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa relawan dan organisasi kebencanaan memiliki peran vital dalam sistem penanggulangan bencana. Tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan manajemen bencana yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Pelatihan ini diikuti oleh 92 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas relawan di Kabupaten Tanah Bumbu, di antaranya Karang Taruna, Pramuka, Banser, PMI, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), KPA Ulin, LDII, GKE, Pemuda Pancasila, Baznas, ORARI, RAPI, Senkom, serta organisasi lainnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dan pembekalan dari berbagai narasumber yang berasal dari Kodim 1022/Tanah Bumbu, Polres Tanah Bumbu, Bulog, Dinas Kesehatan, Basarnas, serta Jhonlin Fire Rescue.
Melalui pelatihan ini, BPBD Tanah Bumbu berharap terbangun relawan yang tangguh, profesional, dan siap berperan aktif dalam upaya pencegahan, mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara relawan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan ketahanan daerah terhadap berbagai ancaman bencana di masa mendatang. (red)









