CBN Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di SDN 2 Sepunggur, Kecamatan Kusan Tengah, Kamis (23/7/2026). Bupati Andi Rudi Latif melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Adrianto Wicaksono, bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam kesempatan tersebut, Adrianto Wicaksono membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi. Disebutkan bahwa peringatan HAN menjadi momentum untuk mengampanyekan pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya,” demikian disampaikan dalam sambutan Menteri PPPA.
Pemerintah menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah. Anak juga didorong berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman melalui keberanian menyampaikan pendapat dan saling menjaga.
Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Tema tersebut diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) dan kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) sebagai upaya kolaboratif dalam mencegah kekerasan, memenuhi hak anak, memperkuat peran keluarga, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
Peringatan HAN tahun ini juga mengedepankan nilai berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, solidaritas, aman, dan bertanggung jawab, dengan pelaksanaan yang berprinsip ramah anak, desentralisasi, apresiatif, partisipatif dan kolaboratif, serta berdampak bagi tumbuh kembang anak.
Menutup sambutan, Menteri PPPA mengajak seluruh elemen masyarakat memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, didengar suaranya, dan terpenuhi hak-haknya sebagai fondasi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan sejahtera. (Red)










