CBN — Bajakah Merah atau Bajakah Tempala (Spatholobus littoralis Hassk) merupakan tanaman liar yang banyak ditemukan di kawasan hutan Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah. Tanaman ini dikenal sebagai tumbuhan merambat yang biasanya tumbuh pada pohon kayu dan telah lama dimanfaatkan masyarakat suku Dayak sebagai bagian dari pengobatan tradisional.
Bajakah memiliki ciri khas berupa batang berkayu keras berwarna cokelat kemerahan, berserat, dengan diameter yang dapat mencapai sekitar 5 sentimeter. Bagian akar tanaman ini menjadi salah satu bagian yang paling banyak dimanfaatkan untuk diolah sebagai bahan minuman herbal.
Secara tradisional, bajakah dipercaya memiliki berbagai khasiat, di antaranya membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta digunakan untuk mengatasi sejumlah gangguan kesehatan seperti diabetes dan malaria.
Akar bajakah diketahui mengandung sejumlah senyawa, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, antrakuinon, terpenoid, dan fenol. Kandungan tersebut dikaitkan dengan berbagai aktivitas farmakologis, antara lain antibakteri, antioksidan, antikanker, antidemam, antijamur, antiinflamasi, antimalaria, dan antikolesterol.
Kandungan antioksidan berupa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin juga membuat akar bajakah banyak diteliti karena berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu proses penyembuhan luka, mencegah penuaan dini, serta melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tidak heran jika masyarakat kemudian berbondong-bondong mencoba rebusan kayu bajakah, baik sebagai alternatif pengobatan tradisional maupun untuk menjaga stamina tubuh sehari-hari.
Pengolahan bajakah sebagai minuman herbal juga semakin mudah. Akar atau kayunya dapat diolah menjadi minuman menyerupai teh dan saat ini produk olahan bajakah dalam bentuk teh herbal telah banyak tersedia di marketplace.
Meski memiliki beragam potensi, penelitian mengenai manfaat akar bajakah bagi kesehatan masih terus berlangsung. Karena itu, berbagai klaim mengenai khasiat bajakah tetap perlu disikapi secara bijak dan tidak serta-merta menggantikan pengobatan medis yang telah direkomendasikan tenaga kesehatan.










