Bukan Sembarang Kayu, Ini Fakta Menarik Bajakah dari Hutan Kalimantan

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CBN — Bajakah Merah atau Bajakah Tempala (Spatholobus littoralis Hassk) merupakan tanaman liar yang banyak ditemukan di kawasan hutan Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah. Tanaman ini dikenal sebagai tumbuhan merambat yang biasanya tumbuh pada pohon kayu dan telah lama dimanfaatkan masyarakat suku Dayak sebagai bagian dari pengobatan tradisional.

Bajakah memiliki ciri khas berupa batang berkayu keras berwarna cokelat kemerahan, berserat, dengan diameter yang dapat mencapai sekitar 5 sentimeter. Bagian akar tanaman ini menjadi salah satu bagian yang paling banyak dimanfaatkan untuk diolah sebagai bahan minuman herbal.

Secara tradisional, bajakah dipercaya memiliki berbagai khasiat, di antaranya membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta digunakan untuk mengatasi sejumlah gangguan kesehatan seperti diabetes dan malaria.

Baca Juga :  The Rise of Mobile Gaming: How Smartphones are Changing the Gaming Industry

Akar bajakah diketahui mengandung sejumlah senyawa, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, antrakuinon, terpenoid, dan fenol. Kandungan tersebut dikaitkan dengan berbagai aktivitas farmakologis, antara lain antibakteri, antioksidan, antikanker, antidemam, antijamur, antiinflamasi, antimalaria, dan antikolesterol.

Kandungan antioksidan berupa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin juga membuat akar bajakah banyak diteliti karena berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu proses penyembuhan luka, mencegah penuaan dini, serta melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Baca Juga :  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Tidak heran jika masyarakat kemudian berbondong-bondong mencoba rebusan kayu bajakah, baik sebagai alternatif pengobatan tradisional maupun untuk menjaga stamina tubuh sehari-hari.

Pengolahan bajakah sebagai minuman herbal juga semakin mudah. Akar atau kayunya dapat diolah menjadi minuman menyerupai teh dan saat ini produk olahan bajakah dalam bentuk teh herbal telah banyak tersedia di marketplace.

Meski memiliki beragam potensi, penelitian mengenai manfaat akar bajakah bagi kesehatan masih terus berlangsung. Karena itu, berbagai klaim mengenai khasiat bajakah tetap perlu disikapi secara bijak dan tidak serta-merta menggantikan pengobatan medis yang telah direkomendasikan tenaga kesehatan.

Berita Terkait

Matcha atau Kopi, Mana yang Bikin Melek Lebih Lama? Ini Perbandingan Kafeinnya
Tak Perlu Lahan Luas, Begini Cara Budidaya Jeruk Nipis agar Rajin Berbuah
Cari Katering di Batulicin? Cahaya Kitchenn Hadirkan Menu Nusantara Mulai Rp15 Ribu
Festival Musik Gratis! VOKASOUND 2025 Siap Meriahkan Batulicin
Wisata Kuliner Akhir Pekan di Alun-Alun Desa Bersujud: Hidangan Lezat yang Dorong Ekonomi Lokal”
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Matcha atau Kopi, Mana yang Bikin Melek Lebih Lama? Ini Perbandingan Kafeinnya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Tak Perlu Lahan Luas, Begini Cara Budidaya Jeruk Nipis agar Rajin Berbuah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Bukan Sembarang Kayu, Ini Fakta Menarik Bajakah dari Hutan Kalimantan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:30 WITA

Cari Katering di Batulicin? Cahaya Kitchenn Hadirkan Menu Nusantara Mulai Rp15 Ribu

Sabtu, 29 November 2025 - 19:14 WITA

Festival Musik Gratis! VOKASOUND 2025 Siap Meriahkan Batulicin

Berita Terbaru

Daerah

Tim Mabes TNI Apresiasi Kesiapan Satgas Karhutla Tanah Bumbu

Selasa, 8 Sep 2026 - 09:00 WITA