Wamenko Pangan RI Tinjau KSPEAN di Tanah Bumbu, Dorong Integrasi Sawit dan Sapi untuk Ketahanan Pangan Nasional

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CBN Tanah Bumbu — Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Kalimantan Selatan di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (16/6/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung Program Pemberdayaan Peternakan Sapi Berkelanjutan Terintegrasi Perkebunan Kelapa Sawit, Kehutanan, dan Pertanian (P2SHP) yang dikembangkan oleh PT Buana Karya Bhakti.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais, menyampaikan bahwa Tanah Bumbu memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan perlu dikelola secara terpadu untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ulama Kharismatik Abuya KH. Syukri Unus

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan kawasan swasembada pangan, energi, dan air.

Sementara itu, Wamenko Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq menilai integrasi perkebunan sawit dan peternakan sapi memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan hewani nasional. Ia menyebut model yang diterapkan PT Buana Karya Bhakti telah berhasil meningkatkan populasi sapi dari sekitar 300 ekor pada 2016 menjadi hampir 1.500 ekor saat ini melalui pembiakan alami.

Baca Juga :  Forum Anak Tanah Bumbu: Ruang Aspirasi dan Kontribusi Pembangunan Daerah Ramah Anak

Selain itu, sistem integrasi tersebut juga dinilai memberikan manfaat bagi sektor perkebunan, seperti pengurangan biaya pembersihan gulma hingga 50–70 persen serta peningkatan kesuburan tanah melalui pupuk organik dari limbah ternak.

Pihak PT Buana Karya Bhakti melalui Ranch Manager Wahyu Darsono menjelaskan bahwa program tersebut dimulai dengan investasi sekitar Rp6 miliar pada 2016 untuk pengadaan sapi dan infrastruktur pendukung.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, Suparmi, juga menyebut program integrasi sawit-sapi ini telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian sebagai role model nasional. (red)

Berita Terkait

Bupati Tanah Bumbu Larang ASN Flexing dan Live Streaming
KKSS Tanah Bumbu Gelar Sunatan Massal Gratis untuk 25 Anak, Wujud Nyata Kepedulian Sosial dan Semangat Gotong Royong
PERMATA CAI XVII 2026, 450 Pelajar Ditempa Kepemimpinan, Disiplin, dan Cinta Alam
Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Pemprov Kalsel
Forum Anak Tanah Bumbu: Ruang Aspirasi dan Kontribusi Pembangunan Daerah Ramah Anak
Grand Final Duta PAPELINGASIH 2026, Ajang Pembinaan Generasi Muda Peduli Lingkungan
Bupati Tanah Bumbu Tegaskan Komitmen Sukseskan Program Sekolah Rakyat
MTQ Nasional ke-22 Tingkat Kecamatan Sungai Loban Resmi Ditutup, Desa Batu Meranti Raih Juara 1

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:30 WITA

Bupati Tanah Bumbu Larang ASN Flexing dan Live Streaming

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:20 WITA

KKSS Tanah Bumbu Gelar Sunatan Massal Gratis untuk 25 Anak, Wujud Nyata Kepedulian Sosial dan Semangat Gotong Royong

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:09 WITA

PERMATA CAI XVII 2026, 450 Pelajar Ditempa Kepemimpinan, Disiplin, dan Cinta Alam

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:30 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Pemprov Kalsel

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:14 WITA

Forum Anak Tanah Bumbu: Ruang Aspirasi dan Kontribusi Pembangunan Daerah Ramah Anak

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Tanah Bumbu Larang ASN Flexing dan Live Streaming

Kamis, 9 Jul 2026 - 11:30 WITA