CBN Tanah Bumbu — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Darul Azhar Kabupaten Tanah Bumbu sukses menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-XVII Program Sarjana Ilmu Keperawatan dan Program Diploma-III Farmasi. Momentum sakral yang dirangkai dengan Angkat Sumpah Profesi Ners serta Tenaga Vokasi Farmasi Tahun Akademik 2025/2026 ini berlangsung khidmat di Gedung Mahligai Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, pada Selasa (6/10/2026).
Ketua Yayasan Darul Azhar, H. Sudian Noor, hadir langsung untuk menyaksikan prosesi bersejarah tersebut. Kehadiran tokoh kunci ini membawa atmosfer optimisme baru bagi seluruh civitas akademika, mengingat yayasan di bawah kepemimpinannya terus berkomitmen melahirkan gelombang baru tenaga kesehatan yang adaptif, kompeten, dan siap menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.
Dalam sambutannya yang sarat akan visi masa depan, H. Sudian Noor membangun argumentasi kuat bahwa esensi pendidikan kesehatan harus melampaui batas ruang kelas. Ia menegaskan bahwa sektor kesehatan global saat ini tengah mengalami disrupsi teknologi medis dan bioteknologi yang masif. Oleh karena itu, ia berargumen bahwa kelulusan ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari kewajiban moral untuk menjadi agen perubahan yang memimpin transformasi pelayanan, bukan sekadar menjadi penonton arus zaman.
Lebih lanjut, H. Sudian Noor memaparkan argumen logis mengenai pentingnya penguasaan literasi digital yang diimbangi dengan kekuatan karakter. Ia menyatakan bahwa tantangan terbesar ners dan farmasis masa kini adalah kemampuan menyaring informasi medis di tengah ledakan teknologi. Menurutnya, kompetensi teknis tanpa dilandasi integritas hanya akan melahirkan tenaga medis yang mekanis, sedangkan dunia saat ini sangat membutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki ketahanan moral tinggi.
Secara visioner, ia juga membedah argumentasi mengenai masa depan institusi melalui cetak biru (blueprint) pengembangan STIKES Darul Azhar. Yayasan, tegasnya, berkomitmen penuh untuk memperluas jangkauan fasilitas riset dan modernisasi laboratorium berbasis digital. Investasi besar pada kualitas pendidikan ini adalah argumen utamanya agar alumni Darul Azhar tidak hanya menjadi jawara lokal, tetapi mampu bersaing di kancah nasional hingga internasional, sekaligus memposisikan kampus sebagai center of excellence di Kalimantan Selatan.
Mantan Bupati Tanah Bumbu ini kemudian menekankan argumentasi humanis yang menyentuh esensi terdalam profesi medis. Ia mengingatkan bahwa sumpah profesi yang diucapkan bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan janji suci kepada Tuhan dan kemanusiaan. Sentuhan personal, empati, dan ketulusan merawat, menurut Sudian, adalah aspek fundamental yang menjadi keunggulan mutlak manusia dan tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence) sedahsyat apa pun.
Visi dan argumentasi besar Ketua Yayasan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah yang terus berupaya meningkatkan indeks pembangunan manusia. Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada STIKES Darul Azhar yang konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak SDM unggul.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengakui bahwa keberadaan lulusan keperawatan, ners, dan farmasi dari Darul Azhar sangat krusial dalam mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Sinergi antara argumentasi visioner yayasan dan program daerah diharapkan mampu menekan angka tengkes (stunting) serta meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Bumi Bersujud secara signifikan.
Sidang terbuka senat ini juga diwarnai dengan prosesi angkat sumpah profesi yang berlangsung penuh khidmat dan haru. Para wisudawan berjanji untuk menjalankan tugas profesinya dengan mengutamakan keselamatan pasien di atas kepentingan pribadi. Komitmen moral ini menjadi modal utama mereka sebelum terjun langsung ke rumah sakit, puskesmas, maupun industri farmasi.
Kemegahan acara ini terlihat dari antusiasme yang luar biasa, di mana ratusan peserta wisuda beserta para orang tua dan pendamping tampak memadati area dalam dan luar Gedung Mahligai Bersujud. Kehadiran keluarga menjadi saksi hidup perjuangan akademik putra-putri mereka yang kini resmi menyandang gelar sarjana dan ahli madya.
Pihak senat akademik dalam laporannya menyampaikan bahwa para lulusan tahun akademik 2025/2026 ini telah dibekali dengan kurikulum berbasis kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global. Sebagian besar dari mereka bahkan dilaporkan telah diserap oleh berbagai instansi kesehatan sebelum prosesi wisuda resmi digelar.
Di akhir prosesi, H. Sudian Noor kembali memberikan argumen penguat yang membakar semangat para lulusan. Ia mengajak seluruh wisudawan untuk menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan kinerja terbaik, etos kerja yang tinggi, serta adaptif terhadap segala perubahan teknologi medis demi kemaslahatan umat. (rel)












