CBN Karang Intan Martapura — Ratusan jamaah berkumpul di Kubah Sultan Sulaiman, Desa Lihung, Kecamatan Karang Intan, Rabu malam, untuk memperingati haul ke-207 Sultan Sulaiman Rahmatullah. Acara yang dipenuhi dengan nuansa spiritual ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, alim ulama, tokoh agama, dan masyarakat setempat, yang bersama-sama memberikan penghormatan kepada sosok panutan yang telah menginspirasi banyak orang.
Acara dimulai dengan pembacaan Surah Yasin, diikuti oleh Maulid Habsyi, pembacaan manakib Sultan Sulaiman Rahmatullah, zikir, dan doa haul. Suasana khidmat terasa ketika Guru Ahmad, perwakilan zuriat Kesultanan Banjar, dalam sambutan dan pembacaan manakib menyampaikan rasa syukur kepada semua pihak yang berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Ia menceritakan kembali manakib Sultan Sulaiman bin Sultan Tahmidillah, yang lahir di Karaton Martapura pada 1733 H dan memimpin dari 1801 hingga 1825. Sosok yang dikenal sebagai pemimpin visioner ini memiliki peran penting dalam menegakkan ajaran Ahlussunah Wal Jamaah serta pengembangan pendidikan dan pertanian di wilayahnya.
“Beliau adalah pemimpin yang bijaksana, yang menegakkan hak dan melawan kebatilan, serta mendukung kegiatan pendidikan keagamaan,” ungkap Guru Ahmad. Ia juga menambahkan bahwa Sultan Sulaiman belajar langsung dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang memperkuat warisan keilmuan Kesultanan Banjar.
Sultan Sulaiman dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan persatuan dalam keluarga. Dalam wasiatnya, beliau menekankan pentingnya menuntut ilmu agama dan menjalin hubungan baik dengan para alim ulama serta hidup rukun di tengah masyarakat. Penerus kesultanan ini adalah putranya, Sultan Adam Al-Warsiq Billah.
Acara haul ini tidak hanya sekadar mengenang sosok Sultan Sulaiman, tetapi juga mengajak kita untuk merenungkan nilai-nilai yang diwariskan oleh beliau. Di tengah tantangan zaman modern, menjaga ikatan keluarga dan komunitas serta terus menuntut ilmu adalah hal yang sangat penting. Kita diajak untuk meneruskan perjuangan dan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga peringatan ini menjadi momentum untuk silaturahmi di antara para zuriat Pagustian serta memperkuat rasa persatuan dan kebangkitan spiritual di masyarakat. Mari kita bangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Bersama, kita wujudkan masyarakat yang damai, sejahtera, dan rukun.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam mensukseskan acara haul ke-207 Sultan Sulaiman Rahmatullah. Tanpa dukungan dari jajaran alim ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh jamaah, acara ini tidak mungkin berlangsung dengan baik. Mari kita terus jaga semangat kebersamaan dan saling mendukung dalam membangun masyarakat yang lebih baik. (Fan/Team)