CBN Tanah Bumbu — Assoc. Prof. Dr. Muzahid Akbar Hayat, S.Si., M.Si. resmi dilantik sebagai Ketua Stikes Darul Azhar Batulicin periode 2026–2031. Agenda besar ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Darul Azhar Batulicin, H. Sudian Noor, SAP., M.A.P.
Pelantikan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada kelanjutan administratif, tetapi juga pada lompatan visi ke depan. Kehadiran pemimpin baru ini membawa angin segar bagi institusi yang beraspirasi memperkuat daya saing lulusannya di tingkat nasional maupun internasional, (8/10/2026).
Prosesi yang berjalan lancar ini mencerminkan kesiapan seluruh elemen kampus untuk bergerak bersama menyongsong transformasi pendidikan.
Melalui narasi awal kepemimpinannya, pihak yayasan menegaskan pentingnya adaptasi institusi pendidikan tinggi di tengah gempuran era digital saat ini. Dukungan penuh secara struktural dijanjikan untuk mengawal setiap program inovatif yang akan dilahirkan oleh ketua baru dalam lima tahun ke depan. Transformasi ini dinilai krusial agar mutu kurikulum dan lulusan tetap relevan dengan kebutuhan industri kesehatan modern.
Tantangan dunia medis yang semakin kompleks menuntut perguruan tinggi untuk meruntuhkan sekat-sekat birokrasi yang kaku. Pihak yayasan mendorong lahirnya kultur kerja baru yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor serta menghapus ego sektoral di lingkungan kampus. Sinergi antara yayasan selaku penyedia fasilitas dan manajemen baru selaku eksekutor akademis menjadi kunci utama untuk membawa Stikes Darul Azhar Batulicin melompat lebih tinggi.
Sebagai ketua terpilih, Assoc. Prof. Dr. Muzahid Akbar Hayat, S.Si., M.Si. langsung memaparkan peta jalan (roadmap) akademis yang sangat visioner namun tetap membumi. Memanfaatkan latar belakangnya sebagai akademisi dengan gelar profesor madya, fokus utama beliau diarahkan pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat. Beliau menargetkan kampus ini menjadi pusat keunggulan (center of excellence) sains dan teknologi kesehatan di wilayah Kalimantan Selatan.
Pendekatan akademis yang diusung oleh ketua baru ini menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi penghafal teori medis di ruang kelas. Mahasiswa Stikes Darul Azhar Batulicin diarahkan untuk menjadi pemikir kritis dan inovator yang mampu menjawab masalah riil di lapangan. Untuk mendukung hal tersebut, skema kemitraan global dengan berbagai rumah sakit dan lembaga riset internasional akan segera diperluas demi membuka peluang magang yang luas.
Sektor internal kampus juga menjadi perhatian serius dalam rencana strategis kepemimpinan Prof. Dr. Muzahid untuk lima tahun mendatang. Peningkatan kualifikasi dosen dan fasilitas.
Penguatan aspek ini dipercaya menjadi instrumen paling efektif untuk mendongkrak reputasi dan kredibilitas institusi.
Guna merealisasikan visi besar ketua baru, Yayasan Darul Azhar Batulicin di bawah arahan H. Sudian Noor telah menyiapkan investasi infrastruktur jangka panjang.
Dengan resminya pelantikan ini, Stikes Darul Azhar Batulicin siap mencetak generasi pembuat perubahan (changemakers) yang kompeten di bidang kesehatan masa depan. (Upi)








