CBN Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mulai mengintensifkan langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), status siaga darurat karhutla telah diberlakukan sejak 1 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah rawan.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala BPBD, Sulhadi, menyampaikan bahwa sejumlah kecamatan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla karena didominasi kawasan hutan dan lahan gambut, yakni Batulicin, Mantewe, Kusan Hulu, Kepayang, Kusan Tengah, dan Satui.
“Status siaga sudah berlaku sejak 1 Juli. Saat ini proses penetapan masih berjalan, dan dalam waktu dekat kami akan melaksanakan apel kesiapsiagaan bersama seluruh stakeholder,” kata Sulhadi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026).
Sebagai bagian dari kesiapan, BPBD telah menyiapkan berbagai peralatan penanggulangan, seperti mobil tangki, mesin pompa portabel, dan pompa jinjing. Penanganan karhutla juga didukung unsur TNI, Polri, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah mengikuti pelatihan dan koordinasi.
Dalam tiga bulan terakhir, BPBD mencatat dua kejadian kebakaran lahan di Sungai Dua, Kecamatan Simpang Empat, dan Polewali, Kecamatan Batulicin. Kedua peristiwa tersebut berhasil ditangani sehingga api tidak meluas.
BPBD juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu karhutla. Selain berdampak pada lingkungan, kualitas udara juga menjadi perhatian mengingat Bandara Bersujud kini berstatus internasional. Sulhadi menegaskan, pelaku pembakaran hutan dan lahan secara sengaja akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (rel)









